Senin, 11 April 2016

Kita Semua Adalah Pemimpin !



Leadership atau kepemimpinan adalah suatu hal yang sangat penting dalam suatu kehidupan. Dalam suatu organisasi dibutuhkan suatu pemimpin agar organisasi tersebut dapat terarah dan mudah dalam mencapai tujuan. Pemimpin juga penting dalam suatu keluarga karena tanpa seorang pemimpin maka keluarga tersebut akan kesulitan dalam menjalani hidup .  Ketika dalam shalat berjamaah pun dibutuhkan seorang pemimpin yaitu sebagai imam.
Seseorang tidak dibebankan melainkan sesuai dengan kemampuannya. Dalam islam pemimpin biasa disebut dengan khalifah. Dan khalifah yang sangat terkesan adalah khalifah pada masa bani Umayyah yaitu Umar bin Abdul Aziz. Dia adalah seorang khalifah yang sangat arif dan bijaksana. Menerapkan islam secara “kaffah”. Khalifah Umar ibn Abdul Aziz sangat melindungi masyarakatnya. Langkah – langkah yang dia lakukan adalah mengurangi beban pajak kaum non muslim, menghapus pajak bagi kaum muslim, memperbaiki jalan – jalan agar mobilitas masyarakatnya tinggi sehingga dapat meningkatkan tingkat perekonomian masyarakatnya. Membuat tempat – tempat penginapan untuk para musafir yang singgah, dan sangat menyantuni fakir miskin. Berbagai kebijakan itu memberikan bukti nyata untuk kesejahteraan masyarakatnya. Terbukti dengan sulit ditemukannya mustahik penerima zakat. Lantas kemana zakat tersebut dialokasikan?. Zakat hasil penghimpunan pada masa Khalifah Umar ibn Abdul Aziz lebih dialihkan kepada masyarakat yang sudah mampu secara materi namun masih memerlukan sedikit bantuan. Salah satu contohnya adalah zakat tersebut dialihkan untuk membantu para pemuda yang sudah siap menikah namun belum cukup materi untuk menunaikannya. Maka dengan bangga Khalifah Umar ibn Abdul Aziz memberikan dana zakat tersebut kepada para pemuda untuk membantu proses pernikahannya. MasyaAllah, seandainya hal ini terjadi dinegara kita tercinta yaitu Indonesia. Maka saya yakin negri kita akan makmur sejahtera.Sayangnya hal itu seperti suatu hal yang sangat sulit dicapai. Namun sebagai pemuda-pemudi harapan bangsa sepatutnya kita memahami hakikat kita diciptakan didunia yaitu sebagai khalifah. Kita harus menyadari bahwa negri kita adalah negri yang sangat kaya. Mulai dari Sabang sampai Merauke , dari Miangas sampai pulau Rote. Zamrud khatulistiwa yang membentang di bumi kita tercinta, kekayaan hayati yang berlimpah ruah, tempat wisata yang eksotis dan menawan. Semuanya ada di Indonesia hanya saja Indonesia yang berpotensi ini tidak dipimpin oleh manusia-manusia yang tepat. Siapakah yang saya maksud pemimpin disini ? KITA ! ya kita semua bukan pemerintah atau para mentri saja. Kita harus sadar bahwa Indonesia ini bukan hanya milik pemerintah. Tapi milik kita semua para pemuda Indonesia. Kita harus bekerja saling bahu membahu untuk kemajuan Indonesia. Bagi pemerintah sebaiknya lebih menghargai dan bangga dengan temuan-temuan canggih karya anak bangsa. Jangan sampai mengisolasi potensi pemuda – pemuda yang ada. Yang lebih parah apabila pemerintah tidak mendukungnya.
Bagi kita para pemuda, harus meningkatkan rasa memiliki bahwa Indonesia adalah milik kita. Jangan sampai lupa diri ketika sudah sekolah di luar negeri namun tak mau kembali ke bumi pertiwi untuk membangun Indonesia madani. Alhasil, Indonesia pun masih tetap dengan posisi yang sama. Tidak berubah ! masih dengan angka kemiskinan yang tinggi. Masih dengan predikat negara penyumbang sampah kedua terbesar di dunia. Masih dengan predikat mutu pendidikan paling rendah didunia.
Oleh Karena itu mari membangun negri kita dengan segala potensi yang ada, berikan manfaat sebesar – besarnya untuk Indonesia. Jangan tanyakan kepada Indonesia bahwa apa yang sudah diberikan Indonesia untuk kita. Tapi tanyakan pada diri kita apa yang sudah kita berikan untuk Indonesia tercinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar