Leadership atau
kepemimpinan adalah suatu hal yang sangat penting dalam suatu kehidupan. Dalam
suatu organisasi dibutuhkan suatu pemimpin agar organisasi tersebut dapat
terarah dan mudah dalam mencapai tujuan. Pemimpin juga penting dalam suatu
keluarga karena tanpa seorang pemimpin maka keluarga tersebut akan kesulitan
dalam menjalani hidup . Ketika dalam
shalat berjamaah pun dibutuhkan seorang pemimpin yaitu sebagai imam.
Seseorang tidak dibebankan
melainkan sesuai dengan kemampuannya. Dalam islam pemimpin biasa disebut dengan
khalifah. Dan khalifah yang sangat terkesan adalah khalifah pada masa bani
Umayyah yaitu Umar bin Abdul Aziz. Dia adalah seorang khalifah yang sangat arif
dan bijaksana. Menerapkan islam secara “kaffah”. Khalifah Umar ibn Abdul Aziz sangat melindungi
masyarakatnya. Langkah – langkah yang dia lakukan adalah mengurangi beban pajak
kaum non muslim, menghapus pajak bagi kaum muslim, memperbaiki jalan – jalan
agar mobilitas masyarakatnya tinggi sehingga dapat meningkatkan tingkat
perekonomian masyarakatnya. Membuat tempat – tempat penginapan untuk para
musafir yang singgah, dan sangat menyantuni fakir miskin. Berbagai kebijakan
itu memberikan bukti nyata untuk kesejahteraan masyarakatnya. Terbukti dengan
sulit ditemukannya mustahik penerima zakat. Lantas kemana zakat tersebut
dialokasikan?. Zakat hasil penghimpunan pada masa Khalifah Umar ibn Abdul Aziz
lebih dialihkan kepada masyarakat yang sudah mampu secara materi namun masih
memerlukan sedikit bantuan. Salah satu contohnya adalah zakat tersebut dialihkan
untuk membantu para pemuda yang sudah siap menikah namun belum cukup materi
untuk menunaikannya. Maka dengan bangga Khalifah Umar ibn Abdul Aziz memberikan
dana zakat tersebut kepada para pemuda untuk membantu proses pernikahannya. MasyaAllah,
seandainya hal ini terjadi dinegara kita tercinta yaitu Indonesia. Maka saya
yakin negri kita akan makmur sejahtera.Sayangnya hal itu seperti suatu hal yang
sangat sulit dicapai. Namun sebagai pemuda-pemudi harapan bangsa sepatutnya
kita memahami hakikat kita diciptakan didunia yaitu sebagai khalifah. Kita
harus menyadari bahwa negri kita adalah negri yang sangat kaya. Mulai dari
Sabang sampai Merauke , dari Miangas sampai pulau Rote. Zamrud khatulistiwa
yang membentang di bumi kita tercinta, kekayaan hayati yang berlimpah ruah,
tempat wisata yang eksotis dan menawan. Semuanya ada di Indonesia hanya saja
Indonesia yang berpotensi ini tidak dipimpin oleh manusia-manusia yang tepat.
Siapakah yang saya maksud pemimpin disini ? KITA ! ya kita semua bukan
pemerintah atau para mentri saja. Kita harus sadar bahwa Indonesia ini bukan
hanya milik pemerintah. Tapi milik kita semua para pemuda Indonesia. Kita harus
bekerja saling bahu membahu untuk kemajuan Indonesia. Bagi pemerintah sebaiknya
lebih menghargai dan bangga dengan temuan-temuan canggih karya anak bangsa.
Jangan sampai mengisolasi potensi pemuda – pemuda yang ada. Yang lebih parah
apabila pemerintah tidak mendukungnya.
Bagi kita para pemuda, harus meningkatkan rasa
memiliki bahwa Indonesia adalah milik kita. Jangan sampai lupa diri ketika
sudah sekolah di luar negeri namun tak mau kembali ke bumi pertiwi untuk
membangun Indonesia madani. Alhasil, Indonesia pun masih tetap dengan posisi
yang sama. Tidak berubah ! masih dengan angka kemiskinan yang tinggi. Masih
dengan predikat negara penyumbang sampah kedua terbesar di dunia. Masih dengan
predikat mutu pendidikan paling rendah didunia.
Oleh
Karena itu mari membangun negri kita dengan segala potensi yang ada, berikan
manfaat sebesar – besarnya untuk Indonesia. Jangan tanyakan kepada Indonesia
bahwa apa yang sudah diberikan Indonesia untuk kita. Tapi tanyakan pada diri
kita apa yang sudah kita berikan untuk Indonesia tercinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar